Minggu, 20 November 2011

Batik di Jantungku

1.       Sejarah Batik
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Namun dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Selanjutnya melalui penggabungan corak lukisan dengan seni dekorasi pakaian, muncul seni batik tulis seperti yang kita kenal sekarang ini.Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Khasanah budaya Bangsa Indonesia yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisioanal dengan ciri kekhususannya sendiri.
2.       Perkembangan Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.Kesenian batik merupakan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
3.       Proses pembuatan batik              
Dalam perkembangannya lambat laun kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria.Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.Jadi kerajinan batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920. Kini batik sudah menjadi bagian pakaian tradisional Indonesia.
Ciri batik di daerah-daerah
1. Batik Cirebon
Batik Cirebon tak lepas menampilkan 2 kategori motifnya yaitu: Menampilkan motif keratonan yang  diambil dari ornamen-ornamen keraton baik dari unsur bangunan maupun benda-benda yang ada di sekitar keraton dan warnanya cenderung pada warna sogan dan babar mas. Selain keratonan, juga menampilkan motif pesisiran yang berisi flora dan fauna baik dari darat maupun laut yang warnanya lebih terang, misal biru,merah, dll. Di bawah adalah salah satu contoh batik Cirebon.
2. Batik Indramayu
Batik indramayu banyak menampilkan produk laut, seperti ikan, udang, dll, juga sebagian binatang darat.
3. Pekalongan
Batik dari daerah Jawa Tengah ini memiliki warna yang lebih kaya dan bervariasi. Motifnya mayoritas adalah flora.
4. Jawa (Yogyakarta & Solo)
Motif pada batik daerah Jawa kebanyakan motif geometris dan warnanya cenderung pada warna soga.
Kita dapat membedakan berbagai ciri khas motif batik tiap-tiap daerah, karena masing-masing daerah memiliki komponen/ ciri khas yang berbeda-beda dari berbagai unsur.Demikian penjelasan singkat tentang perbedaan karakter batik dari masing-masing daerah penghasil batik di Indonesia. Mudah-mudahan dapat membantu pembaca sekalian.
Menanggapi komentar tentang perbedaan batik lokal dengan impor, berikut adalah penjelasannya.
"Kita tidak bisa untuk membedakan batik motif nasional dengan import, dikarenakan batik merupakan warisan budaya dunia tak benda yang asli berasal dari Indonesia yang telah dikukuhkan oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 yang sekaligus sebagai Hari Batik Nasional. Terbukti banyak turis mancanegara yang belajar membatik di Indonesia. Sehingga tidak ada motif batik import, tapi yang ada adalah tekstil bermotif batik dari Cina."
Batik bagi para Masyarakat Jawa Tengah:
Batik sangatlah penting di Indonesia karena batik telah mencirikhaskan negara kita menjadi terjkenal. Kita sebagai orang Indonesia sangatlah bangga karna di negara kita sangatlah terjkenal dengan BATIK.
"Batik asli harganya lebih mahal dibanding dengan batik printing, karena itu omzet pengrajin batik tangan lebih besar, dan di Jabar omzet pengrajin batik tangan sangat besar namun saya tidak tahu percis berapa nominalnya," katanya.

Batik Penghias Kota

Lain padang, lain belalang. Ungkapan itu sangat tepat menyimpulkann cara masyarakat di daerah penghasil batik menunjukkan kebanggan terhadap batik khas hasil daerahnya masing-masing. Kesimpulan ini didapatkan setelah Attack Batik Cleaner  mengunjungi 3 daerah penghasil batik; Pekalongan, Madura dan Solo.

Pekalongan
http://www.batikcintaku.com/batik_penghias_kota_pekalongan
    
Masyarakat di kota pesisiran ini mengaplikasikan motif batik nyaris di seluruh kota. Tembok pembatas halaman, hingga becak. Segera semua terlihat jelas ketika kita memasuki kota.
Madura
http://www.batikcintaku.com/batik_penghias_kota_Madura
     
Warna-warna terang dan pola kontemporer batik Madura nyaris berhamburan di seluruh kota besar madura. Dinding bangunan, tembok pembatas, dan gapura menjadi sarana mengimplementasi motif batik khas daerah ini
Solo
http://www.batikcintaku.com/batik_penghias_kota_solo
Tergolong sebagai kota besar di Pulau Jawa, pemerintah Solo sangat menyadari potensi budaya yang dimiliki daerah ini. Alih-alih membiarkan masyarakat menghiasi kota dengan graffiti bermotif batik, pemerintah mengolah motif batik menjadi elemen penghias kota. Motif Kawung dijadikan penghias tempat sampah dan canting distilir menjadi lampu kota. Indah bukan...